Sabtu, 01 Oktober 2016

Demi Masa

Fenomena mengagumkan dari sang maha kuasa, waktu / masa. detik detik yang kita kumpulkan tak sadar menjadi jam dan bahkan tahun, kita tidak punya banyak waktu untuk hidup. paling hanya 60 kali hitungan tahun. mari sama sama kita ber muhasabah. dari 60 kali hitungan tahun tersebut, kita kurangkan tahun saat kita belum bisa berbuat apa apa, kita ambil range waktu di 5 tahun, berarti kita tinggal punya sisa waktu 55 tahun, dari "55" tersebut kita kurangkan lagi waktu kita untuk sakit, marah, maksiat, sombong, riya', mengumpat, berbicara dan bertindak kebohongan, korupsi dan banyak hal lagi yang sering kita sebut dengan wasting time (buang buang waktu), masing masing dari kita punya hitungan tersendiri mengenai hal yang kami paparkan di atas. mungkin ada yang mempunyai jawaban di angka 3, 5, 10 atau bahkan seumur hidup malah. misal kita ambil di range waktu terkecil di angka 3 misalkan, berarti kita tinggal punya angka "52", kurangkan lagi waktu waktu dimana kita meninggalkan kewajiban kita sebagai manusia kepada penciptanya. kewajiban sederhana misalkan Sholat, puasa, zakat, sedekah, dan berbuat kebaikan. masing masing dari kita punya hitungan sendiri tentunya, silahkan jawab di dalam hati. kurangkan setiap waktu dan setiap detik bahkan jadikan pengurang setiap detik kita mendapat uang haram yang kita makan. masih yakin bahwa kita layak untuk berbuat seenaknya di muka bumi ?, sedangkan tanggung jawab kita jelas sebagai khalifah, sudah jelas diterangkan bahwa tidak ada tujuan lain diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah, beribadah disini lebih suka kami artikan sebagai ibadah dalam pengertian luas, dimana saat kita membangun rumah tangga dengan memberikan cinta setiap harinya, disaat kita bekerja kita bertanggung jawab atas yang kita kerjakan, saat kita berjanji selalu kita tepati, senantiasa bersyukur atas setiap nafas yang Allah berikan, belajar dengan penuh tanggung jawab. meniatkan segala sesuatu kebaikan atas nama Allah. maka hal ini yang akan menjadi penolong kita, sesuatu yang akan kita syukuri ketika rambut kita sudah mulai memutih kelak, manusia sangat dianjurkan untuk bersenang senang karena itu juga salah satu cara untuk bersyukur terhadap hidup, namun jangan sampai kesenangan itu menjerumuskan manusia menuju lembah kesesatan, jangan sampai mengarahkan kita menuju kemaksiatan dan angkara murka, yang pada akhirnya manusia tidak memiliki kemampuan untuk melawan kehendak nafsunya yang pada titik ini, bukan lagi dia yang mengontrol dirinya melainkan nafsu lahiriah yang menentukan jalan hidupnya, dia akan menjadi mudah sedih dan berputus asa, seperti kehilangan arah, menjadi mudah marah, tidak lagi bersyukur terhadap hidup meninggalkan kewajiban terhadap tuhan , menjadi mudah marah, menutup semua peluang kebaikan dengan semesta dan menjadikan alasan buruk sebagai alternatif pembenaran terhadap kesalahan. naudzubillah himindalik. yang pada hakekatnya suatu saat kita akan sadar, kembali menjadi manusia yang bersih , suci dan bahkan tidak berhak atas satupun perhiasan dunia yang kita perjuangkan sampai melupakan Allah SWT. pada saat itu manusia akan tersenyum indah atau malah menangis sejadi jadinya karena telah menyia nyiakan setiap detik yang Allah pernah berikan kepadanya. saudaraku, boleh kamu bersedih, marah, atau bahkan merasa dunia terlalu kejam, tapi jangan lama lama, ingatlah hidup kita bukan hanya milik kita sendiri. hidup kita juga milik orang lain yang tulus menyayangi kita , yang selalu berdoa kebaikan untuk kita. dan juga hidup kita adalah milik Allah SWT yang setiap detik yang kita gunakan harus kita pertanggungjawabkan nantinya. bahkan setiap detik dimana kamu bersedih saat ini. belajarlah dan tetap bersyukurlah, Allah selalu akan menerimamu sekotor apapun dirimu. jazakullah khairan katsir.

Rizky D. Prabowo
from the other side of my side.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar