New Hope
Disuatu tempat di sebuah desa hiduplah seoarang pemuda dengan perawakan kurus, dengan tinggi semampai dan berkulit putih kecoklatan. Saleh namanya, akrab di panggil tsa . suatu ketika sudah terlalu bosan hidup di pinggiran kota di lereng gunung, timbul ide dalam otaknya untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dari sekedar memilikirkan perutnya, dia ingin sekali menjadi ahli mekanik yang dapat menciptakan semua alat yang dapat mempermudah hidup semua orang. berceritalah dia pada orang tuanya. sang ayah yang hanya lulusan SD menganggap itu adalah sebuah ide bodoh "lebih baik kamu di rumah bantu ayah menggarap sawah dan 'angon' kerbau"! kata sang ayah . dia pergi, namun tidak menangis baginya sudah terlalu biasa mendapat penghinaan dan gertakan, hatinya hampir sempurna. dia pergi hanya untuk memikirkan strategi untuk merayu ayahnya. sore itu dia pergi ke sawah ayahnya yang tidak jauh darinya mengalir sungai kecil, sawah inilah yang selalu memberi mereka kehidupan sampai pada suatu ketika terjadilah kemarau panjang yang mengakibatkan air tidak bisa mengairi sawah mereka sehingga mengalami gagal panen hampir 2 kali, tsa melihat ada sesuatu yang aneh, "walaupun ini kemarau panjang, tapi tidak mungkin sawah di lereng ini mengalami kekeringan pasti ada hal yang tidak lazim" gumamnya dalam hati. sore itu tanpa izin orang taunya dia menyusuri sungai dengan hanya membawa sarung dan 5 buah singkong rebus, dengan batery kecil pemberian sang kakek dia melihat kemugkinan yang mungkin terjadi, jam 5 pagi sampailah dia pada sumber air besar yang letaknya di lereng gunung sumber air itu hanya tumpah begitu saja tanpa ada yang memanfaatkannya mungkin karena letknya di bawah sehingga sulit untuk mengalirkannya. dia hanya menunduk dan berpikir, "pasti bisa dilakukan sesuatu, pasti ada alat yang bisa untuk menaikkannya, pasti ada cara, pasti ada cara" tsa mengucapkannya terus menerus sambil mengambil ranting dan dia mulai menggambar sesuatu, saat itu yang muncul dalam imajinasinya hanyalah bagaimana membuat air di bawah bisa naik ke atas dia mulai mengambil bebrapa ranting kemuadia tsa membentuknya menjadi semacam rangkaian yang saling terhubung satu sama lain, seoerti rangkain pada "gearbox" mobil, kemudian dia mencoba mengalirkan air sehingga memutar turbin yang selanjutnya memutar "gearbox milikya" perputaran gearbox ini selanjutnya mengakibatkan air terpompa dan air naik ke atas. dia sangat senag sekali karen aitu adalah penemuan pertamanya, tidak terasa hari sudah sore dan tsa belum makan sesuap nasipun karena terlalu asyik mengerjakan alatnya, ketika matahari beranjak terbenam dia mengemas barangnya dan pulang. sesamoainya di rumah sudah sangat larut malam, pintu rumah sudah terkunci dalam dia duduk di depan pintu sambil terus memandangi alat itu, entah kenapa saat itu dia seperti tersihir dan tidak merasa lapar dan kantuk sedikitpun. "aku harus memberitahukan hal ini kepada nar dan roni esok"
"to be continued"