Rabu, 17 April 2013

" CARUT MARUT "

Benar bung , saya lahir dan besar di negara ini ., saya ceritakan kembali kepada anda kenapa saya bersikeras untuk tetap mengabdi pada negara ini dan bukan ke negeri milik anda , di ujung timur negara kami, kami punya tabungan emas,tembaga dan nikel yang banyaknya jangankan hanya untuk menghidupi penduduk negara ini untuk menghidupi penduduk negara anda pun lebih dari cukup. Mengenai energi ? apa yang perlu kami khawatirkan batu bara berserakan dimana-mana , matahari kami biasa mendapat cahayanya 9 jam setiap hari, sumber air kami dimana-mana.. , tambang minyak ?? kami punya ribuan sumur minyak , masalah pangan ? lumbung padi kami ada di setiap engkau injakan kaki .... engkau mungkin bertanya... pertanyaan yang setiap orang di negara kami juga menanyakannya .. kenapa kami masih hidup tidak lebih dari sekumpulan kerbau ..,  eitsss , jangan salah kami punya banyak ilmuan dan ahli jadi jangan anggap negara ini miskin ilmu .. jawabanyya sederhana ,.seperti layaknya manusia lain kami hanya mencari kebenaran .. mencari kebenaran meskipun dengan jalan menyalahkan yang lain .. menjatuhkan yang lain dls .. yang penting kami benar .. tunggu dulu .. mungkin anda berpikir mereka yang ada di "daratan laga"(sebutan lain untuk ibukota negara kami) tidak memikirkan kami , anda salah mereka memikirkan kami bahkan lebih dari yang anda kira ... 18 jam sehari mereka memikirkan kami, berfikir dengan keras dengan akal untuk mengalahkan akal yang lain sehingga kami tetap sepeti kerbau dan mereka layak dikatakan HARIMAU .. mungkin sebentar lagi kami akan mati ... tapi biarlah setidaknya aku pernah mengabdikan diri untuk negara ini bukan hanya untuk sekedar "lembaran-lembaran panas" (sebutan lain untuk alat tukar di negara kami) .. yang penting jangan pernah katakan kami mati kelaparan di lumbung padi .. kami tidak demikian ,. kami hanya punya sedikit keahlian , sebagian dari kami bisa membunuh dengan lidah ,sebagian yang lain tega melihat yang lain makan kerikil dan tinggal di kardus sedang kami ambil uang mereka dan menabungnya di negara lain . sebagian dari kami tega melihat antrian 10 km untuk , sedang dia punya 100 ton minyak ... ujian ditempat kami agak lain bung ,. kami yang di pulau ini mulai senin ujian .. sedang yang di pulau lain kamis .. ya benar .. itu hanya ulah mereka yang di "daratan laga".. gapapa lah ,. biarkan saya mati disini tapi kita lihat gading apa yang akan tertinggal di daratan ini  ................
catatan guru meumere ..,..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar